Gandeng Pelaku Usaha, Kecamatan Butuh Kenalkan Inovasi SHOJU UMKM Berbasis QRIS

By ADMIN 24 Sep 2026, 08:40:48 WIB Kegiatan
Gandeng Pelaku Usaha, Kecamatan Butuh Kenalkan Inovasi SHOJU UMKM Berbasis QRIS

KECAMATAN BUTUH, 11 September 2026 — Pemerintah Kecamatan Butuh resmi meluncurkan inovasi SHOJU UMKM, sebuah program fasilitasi pemasaran yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Butuh dalam memperluas jangkauan penjualan produk mereka.

Inovasi ini hadir sebagai solusi atas kendala pemasaran yang selama ini kerap dialami para pelaku UMKM lokal. Selain itu, hadirnya SHOJU UMKM juga menjawab kebutuhan digitalisasi transaksi, memodernisasi sistem pembayaran tunai yang sebelumnya dinilai kurang praktis dan berisiko.

Skema Operasional dan Kemudahan Transaksi

Outlet SHOJU UMKM ditempatkan secara strategis di ruang pelayanan Kantor Kecamatan Butuh. Layanan ini beroperasi setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.

Cara kerja inovasi ini mengedepankan kemudahan serta keterlibatan aktif para pelaku usaha:

  • Penataan dan Promosi Produk: Pelaku UMKM menata produk yang telah dilengkapi label harga di outlet kecamatan. Pelaku usaha juga dapat menyertakan pamflet atau kartu nama produk untuk media promosi tambahan.

  • Sistem Pembayaran Fleksibel (Tunai & Non-Tunai): Pembeli dapat melakukan transaksi tunai dengan memasukkan uang ke kotak pembayaran. Untuk mendukung era digital, outlet menyediakan opsi pembayaran non-tunai via QRIS (aplikasi bank/dompet digital), di mana bukti transfer dikirimkan ke grup WhatsApp SHOJU UMKM untuk konfirmasi.

  • Pengawasan Stok dan Kualitas via WhatsApp Group: Pengawasan dilakukan berkala melalui grup WhatsApp yang dikoordinasikan oleh ketua kelompok dan petugas kecamatan. Sistem ini memudahkan pemantauan stok serta pembaruan produk yang mendekati masa kedaluwarsa.

  • Manajemen Berkala: Pelaku UMKM dapat memantau produk secara mandiri. Setiap seminggu sekali, petugas menjalankan stock opname dan penghitungan hasil penjualan. Uang hasil penjualan kemudian diambil oleh ketua kelompok untuk diserahkan kepada para pemilik produk.

Melalui keberadaan SHOJU UMKM, Pemerintah Kecamatan Butuh berharap daya saing produk lokal terus meningkat, sekaligus membiasakan ekosistem usaha kecil dengan sistem pembayaran digital yang aman dan praktis.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment